▴ ▴
Breaking News
- LUTFI SIAP MELAJU KE TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH PADA PEMILIHAN PEMUDA PELOPOR 2026
- Camat Bener Laksanakan Kegiatan Dolan Deso di Desa Bleber
- Camat Bener Koordinasi Persiapan PPDI CUP 2026
- Persiapan Penilaian Desa Wisata — Kunjungan Doldeswita ke Wisata Sikepel, Desa Jati
- Jumat Sehat Dengan Senam Bersama Lintas Sektoral
- Camat Bener Hadiri Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 di Desa Benowo
- Penguatan P3A dan Reorganisasi Pengurus Desa Guntur
- CEGAH BULLYING ANAK CAMAT BENER SELENGGARAKAN SOSIALISASI PENCEGAHAN BULLYING ANAK BAGI PKK DAN LEMBAGA PENDIDIKAN
- Sertijab Sekcam Bener Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Kebersamaan
- Camat Bener Hadiri Pembayaran Tanah Pengganti Terdampak Proyek Bendungan Bener
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Bener
Stunting

Keterangan Gambar : Rakor bersama Penurunan Angka Stunting di Kecamatan Bener.
Bener. Upaya penurunan angka stunting di Kecamatan Bener semakin terdongkrak berkat kolaborasi apik antara Pemerintah Kecamatan Bener, SPPG ( Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ) , Dinas KUKMP Purworejo, Puskesmas, BUMDes Bersama, serta elemen perangkat desa setempat. Kegiatan bertajuk "Kolaborasi Penekanan Stunting" ini digelar pada Jumat (23/1/2026) di Aula Kecamatan Bener, dihadiri sejumlah tokoh penting. Kepala SPPG Bener, Adi Candra, sementara perwakilan Dinas KUKMP Purworejo, Liliana, turut serta bersama Forkopimcam Bener, Koordinator BPP, Balai KB, tim Puskesmas, dan Direktur BUMDESMA serta perwakilan Polosoro dan perangkat desa.
Inisiatif ini digagas oleh Camat Bener, Vivin Suryandari Feriyani, S.STP, MM, sebagai strategi konkret menekan angka stunting di wilayahnya.
Dalam forum tersebut, Camat Bener menjelaskan bahwa kolaborasi ini dirancang multifungsi. "Keberadaan SPPG di Bener tak hanya menggairahkan perekonomian warga melalui UMKM dan produk unggulan lokal bersertifikat halal, tapi juga berkontribusi langsung pada program Menu Bantuan Gizi (MBG).
Penyaluran menu bergizi yang telah ditetapkan SPPG akan menjangkau keluarga ibu hamil, ibu menyusui rawan stunting, sehingga dampaknya nyata dan berkelanjutan," ujarnya.
Sinergi ini menjadi kunci sukses dan SPPG berpotensi menjadi katalisator ekonomi sekaligus kesehatan masyarakat, dengan fokus pada bahan baku lokal yang mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk follow-up program, termasuk monitoring dan evaluasi bulanan.Kolaborasi semacam ini harapannya kedepan bisa sebagai bukti bahwa stunting bisa ditekan melalui pendekatan holistik yang melibatkan semua pemangku kepentingan.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



