▴ ▴
Breaking News
- Kedungpucang Cup 2026 Resmi Dibuka, Ajang Silaturahmi dan Pencarian Bibit Atlet Voli
- Gunungan UMKM Wayah Bener Raih Juara III Kirab HARNAS UMKM ke-XI
- Kecamatan Bener Ikuti Rakor Penanganan dan Antisipasi Bencana Kekeringan
- Sekcam Bener Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Perubahan APBD Purworejo Tahun 2026
- Tim Monitoring Kecamatan Bener Hadiri Musdes Penetapan RKPDes dan APBDes Perubahan Desa Pekacangan
- Kecamatan Bener Monitoring Penetapan RKPDes dan Perubahan APBDes 2026 Desa Cacaban Lor
- Kesenian Tradisional Topeng Ireng Sekar Rimba Sukses Hibur Masyarakat Sidomukti
- Tim Kecamatan Bener Monitoring Musdes Penetapan Perubahan APBDes 2026 Desa Sendangsari
- Malam Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kecamatan Bener Berlangsung Khidmat
- Sekcam Bener Ikuti Rapat Paripurna DPRD Purworejo
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Bener
Stunting

Keterangan Gambar : Rakor bersama Penurunan Angka Stunting di Kecamatan Bener.
Bener. Upaya penurunan angka stunting di Kecamatan Bener semakin terdongkrak berkat kolaborasi apik antara Pemerintah Kecamatan Bener, SPPG ( Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ) , Dinas KUKMP Purworejo, Puskesmas, BUMDes Bersama, serta elemen perangkat desa setempat. Kegiatan bertajuk "Kolaborasi Penekanan Stunting" ini digelar pada Jumat (23/1/2026) di Aula Kecamatan Bener, dihadiri sejumlah tokoh penting. Kepala SPPG Bener, Adi Candra, sementara perwakilan Dinas KUKMP Purworejo, Liliana, turut serta bersama Forkopimcam Bener, Koordinator BPP, Balai KB, tim Puskesmas, dan Direktur BUMDESMA serta perwakilan Polosoro dan perangkat desa.
Inisiatif ini digagas oleh Camat Bener, Vivin Suryandari Feriyani, S.STP, MM, sebagai strategi konkret menekan angka stunting di wilayahnya.
Dalam forum tersebut, Camat Bener menjelaskan bahwa kolaborasi ini dirancang multifungsi. "Keberadaan SPPG di Bener tak hanya menggairahkan perekonomian warga melalui UMKM dan produk unggulan lokal bersertifikat halal, tapi juga berkontribusi langsung pada program Menu Bantuan Gizi (MBG).
Penyaluran menu bergizi yang telah ditetapkan SPPG akan menjangkau keluarga ibu hamil, ibu menyusui rawan stunting, sehingga dampaknya nyata dan berkelanjutan," ujarnya.
Sinergi ini menjadi kunci sukses dan SPPG berpotensi menjadi katalisator ekonomi sekaligus kesehatan masyarakat, dengan fokus pada bahan baku lokal yang mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk follow-up program, termasuk monitoring dan evaluasi bulanan.Kolaborasi semacam ini harapannya kedepan bisa sebagai bukti bahwa stunting bisa ditekan melalui pendekatan holistik yang melibatkan semua pemangku kepentingan.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



