▴ ▴ - Menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1447 H, MTsN 2 Purworejo Gelar SHOBARUmmat di Kecamatan Bener.
- APEL LUAR BIASA PERINGATAN HARI JADI KABUPATEN PURWOREJO KE - 195
- KASI PEMDES MENGIKUTI RAKOR PEMANFAATAN ASET DESA DALAM PEMBANGUNAN GERAI KDKMP
- Camat Bener Salurkan Bantuan BAZNAS untuk Warga Terdampak Bencana dan Pemberdayaan Difabel
- Semangat Ramadhan, Camat Bener Ajak Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan kepada Masyarakat
- MENYEMARAKKAN RAMADHAN 1447 H CAMAT BENER GIATKAN SIMAKKAN AL-QURAN DILINGKUNGAN KERJA
- GUYUP RUKUN ASN PEDULI KECAMATAN BENER SALURKAN BANTUAN BERAS
- HIGH LEVEL MEETING KABUPATEN PURWOREJO DALAM KESIAPAN DAERAH SAMBUT RAMADHAN DAN HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
- KONFERENSI KEPALA DESA DAN SEKRETARIS DESA SE KECAMATAN BENER
- Seksi Pemum Trantib Kecamatan Bener menghadiri Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026.
GAPURA ANTARA MAKNA FILOSOFI DAN HISTORI
GAPURA FILOSOFI DAN HISTORI

Keterangan Gambar : Dua gapura cantik, artistik, dan representatif, Dusun Jangkang Desa Jati dan Pintu Masuk Obyek Wisata Manggul Joyo Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo
Bener, Masyarakat Indonesia sudah mengenal bangunan gapura sejak zaman kerajaan Majapahit. Ini dibuktikan dengan ditemukan Gapura Bajang Ratu di desa Temoh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Diperkirakan Gapura ini merupakan salah satu peninggalan Kerjaan Maja Pahit. Gapura dalam bentuk bangunan candi ini didirikan pada abad 14 untuk mengenang wafat raja kedua Majapahit Raja Kertajaya 1238 M. Bentuk bagunan gapura biasamnya berupa 2 pintu gerbang yang atapnya menyatu dan bersayap. Saat ini bangunan gapura sudah di modifikasi bentuk, dan arsitekturnya berdasarkan ciri khas setiap daerah. Kontruksinyapun lebih variatif sesuai dengan selera dan kemajuan teknologi.
Secara filosofi makna gapura dapat diartikan sebagai struktur bangunan yang merupakan pintu masuk atau gerbang menuju ke suatu kawasan. Sehingga gapura sering diartikan sebagai suatu simbul gerbang menuju kawasan masa depan yang cerah, makmur, gemar ripah loh jinawi, dan sukses bagi mayarakat yang tinggal didalamnya. Maka sesuai tradisi masyarakat kita, setiap daerah berlomba membangun gapura di titik titk perbatasan daerah atau pintuk menuju ke suatu kawasan tertentu, dengan menonjolkan ciri khas artsitektur daerah masing-masing.
Seiring perkembangan zaman makna gapura semakin menebal tidak hanya sebagai petunjuk sesorang atas masuknya dirinya kesebuah kawasan tetapi lebih mengarah pada makna harga diri dan prestise sebuah daerah, bahkan saat ini gapura juga telah menjadi Icon dan kebanggaan bagi suatu daerah tertentu, atau bisa jadi sebagai pintu masuk menuju destinasi wisata. Maka tak heran bagi daerah yang memilik potensi wisata maupun ekonomi yang menonjol, berlomba membangun gapura yang lebih berkerakter, artistik, inovatif, dan representatif. sebagai magnet daerah tersebut.
Sebagai wilayah yang dipersiapkan menjadi destinasi wisata nasional dengan adanya Proyek Strategis Nasional Bendung Bener, dan Badan Otorita Borobudur (BOB), sangat lazim jika desa-desa di Kecamatan Bener mulai berbenah dan giat bersolek, salah satunya adalah Desa Jati dan Desa Cacaban Kidul. Jika kita melintas di Jalan Kabupaten Purworejo-Kalijambe-Kalitapas, dapat kita jumpai 2 gapura cantik, arstistik dan representatif di Dusun Jangkang Desa Jati dan pintu masuk destinasi wisata Gunung Manggul Joyo. Tak hanya itu beberapa tahun terakhir banyak kita jumpai bangunan gapura baru di beberapa desa dan destiniasi wisata yang ada di Kecamatan Bener. Belum dapat diketahui berapa jumlah bangunan gapura yang dibuat masyarakat dan pemerintah desa 10 tahun terakhir ini. fenomena tersebut menunjukkan gairah masyarakat dan pemerintah desa sangat luar biasa. dalam mempersiapkan Kecamatan Bener sebagai destinasi wisata Jawa Tengah yang handal dimasa depan. (nur.070)


