
- H-3 MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI CAMAT BENER MONITOR SITUASI PASAR KALIBOTO
- AKIBAT KONSLETING LISTRIK RUMAH WARGA DESA KALIURIP TERBAKAR
- AKIBAT BISING SUARA HUJAN DERAS DAN KURANG TELITI MEMATIKAN API TUNGKU LANSIA WARGA NGLARIS TAK TAHU SAAT RUMAHNYA TERBAKAR
- LONGSOR DI DESA KETOSARI MENUTUP AKSES JALAN PONDOK PESANTREN KEBON LEGI
- BUPATI PURWOREJO SERAHKAN SECARA SIMBOLIS UANG GANTI RUGI TANAH KAS DESA WADAS YANG TERDAMPAK PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENER
- KWARAN BENER SELENGGARAKAN RAMADHAN PEDULI PRAMUKA BERBAGI
- ANTISIPASI LIBUR BERSAMA YANG CUKUP PANJANG DAN HARI RAYA IDUL FITRI CAMAT BENER SELENGGARAKAN STAF MEETING
- CAMAT BENER IKUTI RAKOR PERUBAHAN RKPD 2025 DAN 2026
- CAMAT BENER IKUTI PENGUKUHAN DAN RAKOR TPPS KABUPATEN PURWOREJO
- TAMPIL PERDANA GROUP HADROH TP PKK KECAMATAN BENER TAMPIL SEMANGAT DAN HAPPY
GAPURA ANTARA MAKNA FILOSOFI DAN HISTORI
GAPURA FILOSOFI DAN HISTORI

Keterangan Gambar : Dua gapura cantik, artistik, dan representatif, Dusun Jangkang Desa Jati dan Pintu Masuk Obyek Wisata Manggul Joyo Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo
Bener, Masyarakat Indonesia sudah mengenal bangunan gapura sejak zaman kerajaan Majapahit. Ini dibuktikan dengan ditemukan Gapura Bajang Ratu di desa Temoh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Diperkirakan Gapura ini merupakan salah satu peninggalan Kerjaan Maja Pahit. Gapura dalam bentuk bangunan candi ini didirikan pada abad 14 untuk mengenang wafat raja kedua Majapahit Raja Kertajaya 1238 M. Bentuk bagunan gapura biasamnya berupa 2 pintu gerbang yang atapnya menyatu dan bersayap. Saat ini bangunan gapura sudah di modifikasi bentuk, dan arsitekturnya berdasarkan ciri khas setiap daerah. Kontruksinyapun lebih variatif sesuai dengan selera dan kemajuan teknologi.
Secara filosofi makna gapura dapat diartikan sebagai struktur bangunan yang merupakan pintu masuk atau gerbang menuju ke suatu kawasan. Sehingga gapura sering diartikan sebagai suatu simbul gerbang menuju kawasan masa depan yang cerah, makmur, gemar ripah loh jinawi, dan sukses bagi mayarakat yang tinggal didalamnya. Maka sesuai tradisi masyarakat kita, setiap daerah berlomba membangun gapura di titik titk perbatasan daerah atau pintuk menuju ke suatu kawasan tertentu, dengan menonjolkan ciri khas artsitektur daerah masing-masing.
Seiring perkembangan zaman makna gapura semakin menebal tidak hanya sebagai petunjuk sesorang atas masuknya dirinya kesebuah kawasan tetapi lebih mengarah pada makna harga diri dan prestise sebuah daerah, bahkan saat ini gapura juga telah menjadi Icon dan kebanggaan bagi suatu daerah tertentu, atau bisa jadi sebagai pintu masuk menuju destinasi wisata. Maka tak heran bagi daerah yang memilik potensi wisata maupun ekonomi yang menonjol, berlomba membangun gapura yang lebih berkerakter, artistik, inovatif, dan representatif. sebagai magnet daerah tersebut.
Sebagai wilayah yang dipersiapkan menjadi destinasi wisata nasional dengan adanya Proyek Strategis Nasional Bendung Bener, dan Badan Otorita Borobudur (BOB), sangat lazim jika desa-desa di Kecamatan Bener mulai berbenah dan giat bersolek, salah satunya adalah Desa Jati dan Desa Cacaban Kidul. Jika kita melintas di Jalan Kabupaten Purworejo-Kalijambe-Kalitapas, dapat kita jumpai 2 gapura cantik, arstistik dan representatif di Dusun Jangkang Desa Jati dan pintu masuk destinasi wisata Gunung Manggul Joyo. Tak hanya itu beberapa tahun terakhir banyak kita jumpai bangunan gapura baru di beberapa desa dan destiniasi wisata yang ada di Kecamatan Bener. Belum dapat diketahui berapa jumlah bangunan gapura yang dibuat masyarakat dan pemerintah desa 10 tahun terakhir ini. fenomena tersebut menunjukkan gairah masyarakat dan pemerintah desa sangat luar biasa. dalam mempersiapkan Kecamatan Bener sebagai destinasi wisata Jawa Tengah yang handal dimasa depan. (nur.070)