
- H-3 MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI CAMAT BENER MONITOR SITUASI PASAR KALIBOTO
- AKIBAT KONSLETING LISTRIK RUMAH WARGA DESA KALIURIP TERBAKAR
- AKIBAT BISING SUARA HUJAN DERAS DAN KURANG TELITI MEMATIKAN API TUNGKU LANSIA WARGA NGLARIS TAK TAHU SAAT RUMAHNYA TERBAKAR
- LONGSOR DI DESA KETOSARI MENUTUP AKSES JALAN PONDOK PESANTREN KEBON LEGI
- BUPATI PURWOREJO SERAHKAN SECARA SIMBOLIS UANG GANTI RUGI TANAH KAS DESA WADAS YANG TERDAMPAK PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENER
- KWARAN BENER SELENGGARAKAN RAMADHAN PEDULI PRAMUKA BERBAGI
- ANTISIPASI LIBUR BERSAMA YANG CUKUP PANJANG DAN HARI RAYA IDUL FITRI CAMAT BENER SELENGGARAKAN STAF MEETING
- CAMAT BENER IKUTI RAKOR PERUBAHAN RKPD 2025 DAN 2026
- CAMAT BENER IKUTI PENGUKUHAN DAN RAKOR TPPS KABUPATEN PURWOREJO
- TAMPIL PERDANA GROUP HADROH TP PKK KECAMATAN BENER TAMPIL SEMANGAT DAN HAPPY
G30S PKI SEBAGAI SEBUAH REFLEKSI SEJARAH DAN PEMBELAJARAN
G30S PKI

Keterangan Gambar : Monumen pancasila sakti Lubang Buaya, saksi sejarah peristiwa penculikan Dewan Jendral 30 September 1965
Gerakan 30 September 1965 yang didalangi oleh PKI merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan sejarah 74 Tahun Indonesia merdeka. Peristiwa tersebut terjadi ditengah buruknya situasi politik, ekonomi, sosial dan budaya paska kemerdekaan Republik Indonesia. Semua terjadi ketika elemen bangsa yang majemuk ini sama-sama tengah belajar beradaptasi mencari jati diri, mengendalikan ego kelompok masing-masing, untuk dapat memaknai dengan arif arti sebuah kebhinekaan.
Merujuk pada dokumen sejarah yang pernah kita pelajari, peristiwa G30S. PKI berawal dari usulan ketua PKI DN. Aidit kala itu, yang mengusulkan kepada presiden Soekarno untuk membentuk angkatan kelima yaitu buruh, tani dan nelayan agar di persenjatai. Kontan saja usulan tersebut ditolak keras oleh Jendral Ahmad Yani selaku Menteri/Panglima angkatan darat kala itu, karena dianggap dapat membahayakan keamanan dan integrasi bangsa. Dari situlah muncul isu Dewan Jendral yang dihembuskan oleh PKI yang dianggap akan melakukan perebutan kekuasaan (Coup De Etaat) terhadap pemerintah yang sah. Dan terjadilah tragedi gerakan 30 September 1965, dengan penculikan dan pembunuhan terhadap para jendral angkatan darat.
Sejak dilahirkannya pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka oleh presiden Soekarno 1 juni 1945 melalui sidang BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai). Pancasila telah beberapa kali mendapat ujian dan rongrongan dari bangsa sendiri, terakhir tragedi G30S. PKI 1965. Hingga saat ini motif dan dalang atas peristiwa tersebut sering kali menimbulkan debateble (Pro dan kontra), mana yang benar dan mana yang salah belum menunjukkan titik terang, saling tuding antar kelompok atas siapa yang harus bertanggung jawab selalu marak dan belum sirna. Namun demikian pelajaran yang bisa dapat atas kejadian itu adalah sebuah pola pikir bahwa paham komunis sampai kapanpun tak akan pernah relevan dengan idiologi dan dasar negara Indonesia.
Keberhasilan penumpasan PKI tahun 1965 bukan karena pancasila itu sakti, atau karena kalimat kalimat yang tertulis disetiap lambang yang berada didada Burung Garuda Pancasila. Namun karena mayoritas bangsa ini meyakini bahwa pancasila merupakan rumah yang paling ideal bagi 260 juta lebih masyarakat indonesia yang memiliki keberagaman. Pancasila tak cukup hanya diyakini sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Namun kita sangat penting untuk meyakini bahwa pancasila merupakan rahmat yang telah di ridhoi oleh Tuhan yang Maha Esa sebagai dasar negara ini dalam berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu setiap pemikiran dan perilaku yang berupaya menikung sedikit saja nilai-nila pancasila dapat dipastikan akan menimbulkan reaksi negatif masyarakat. (nur.070).