▴ ▴ - Meriah, Bener Expo 2026 Jadi Etalase Potensi Desa dan Produk Unggulan Kecamatan Bener
- Resepsi HUT ke-81 Republik Indonesia Kecamatan Bener Berlangsung Meriah
- LAUNCHING GERAKAN HIBAH JLANTAH SEMANGATI PENILAIAN EVALUASI 10 PROGRAM POKOK PKK DI DESA SIDOMUKTI
- TIM MONITORING KECAMATAN HADIRI MUSDES PENETAPAN RKPDES TAHUN 2027 DESA JATI
- Camat Bener Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Pangan Beras di Desa Kaliwader
- Kasubbag Umpeg Kecamatan Bener Hadiri Rakor Persiapan Rakerkab KORPRI Kabupaten Purworejo
- Matangkan Persiapan Kegiatan, LPTQ Kecamatan Bener Adakan Technical Meeting
- Camat Bener Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Bahan Pokok di Desa Kedungpucang dan Ngasinan
- Inspektorat Purworejo Serahkan Hasil Evaluasi Implementasi SAKIP Kecamatan Bener
- Bakesbangpol Purworejo Menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Generasi Muda di SMK Maarif NU 1 Bener
TIM RELAWAN COVID 19 DESA SENDANGSARI SCREENING PENGGUNA JALAN POROS DESA
Tim Relawan Covid Desa Sendangsari

Keterangan Gambar : Foto Sreening Pengguna jalan Poros Desa Sendangsari
Desa Sendangsari bergerak cepat tangani dan cegah penyebaran COVID-19. Pengoptimalan perangkat desa dengan membentuk Tim Relawan Desa Siaga COVID-19 dilakukan, agar semua aparatur desa bahu-membahu melawan Severe Acute Respiratory Syndrome Virus (SARS-CoV-2), virus penyebab COVID-19.
Relawan COVID-19 memiliki tugas diantaranya mencegah penyebaran COVID-19. Beragam upaya pun dilakukan Mulai dari penerapan physical maupun social distancing, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sampai memperketat pengawasan mobilitas warga yang masuk daerahnya salah satunya melakukan sreening di jalan poros desa untuk tes suhu tubuh dan mencatat gejala-gejala.
"Kami mendata penduduk yang rentan sakit, penduduk yang datang, penduduk yang pulang mudik dari daerah lain atau bahkan luar negeri, untuk mendeteksi penyebaran dengan memantau pergerakan masyarakat," Ujar sekdes sendangsari 'Anis Muafikun N'
Keterlibatan banyak pihak dalam Desa Siaga COVID-19 bertujuan agar penanganan dan pencegahan COVID-19 berjalan cepat, tepat, dan menyeluruh. Ambil contoh disinfeksi, ketua RT dan RW harus berkoordinasi dengan Puskesmas untuk menentukan disinfektan yang aman.
Potensi lokal desa itu harus kolaborasi seperti itu karena titik akhir penanganan adalah warga-warga di level desa, RT, RW, mereka adalah ujung tombak agar penyebaran COVID-19 tidak meluas, Kami meminta kepada masyarakat yang pulang kampung untuk isolasi diri. Jangan berinteraksi dengan masyarakat lain dulu selama 14 hari. (Akr 87).



