▴ ▴ - MENYEMARAKKAN RAMADHAN 1447 H CAMAT BENER GIATKAN SIMAKKAN AL-QURAN DILINGKUNGAN KERJA
- GUYUP RUKUN ASN PEDULI KECAMATAN BENER SALURKAN BANTUAN BERAS
- HIGH LEVEL MEETING KABUPATEN PURWOREJO DALAM KESIAPAN DAERAH SAMBUT RAMADHAN DAN HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
- KONFERENSI KEPALA DESA DAN SEKRETARIS DESA SE KECAMATAN BENER
- Seksi Pemum Trantib Kecamatan Bener menghadiri Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026.
- Camat Bener Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ( KDKMP ) Desa Kalitapas
- Camat Bener Hadiri Pembentukan Panitia Mutasi Jabatan Perangkat Desa Jati.
- Camat Bener Hadiri Pelaksanaan Jamsostek Pemdes dan Kelembagaan Desa Tahun 2026.
- Pererat Solidaritas, Satlinmas se-Kecamatan Bener Ikuti Outbound di Pantai Dewa Ruci Jatimalang.
- CAMAT BENER HADIRI SADRANAN DI MAKAM SIKAPUK DESA CACABAN KIDUL
ANGGOTA UMKM WAYAH BENER IKUTI PEMBINAAN DAN DIALOG PERIJINAN HALAL
UMKM

Bener. Camat Bener Netra Asmara Sakti, S.Sos.M.T membuka pembinaan dan forum dialog bagi anggota UMKM wayah Bener Sabtu 28 Januari 2023 di aula Kecamatan Bener. Pembinaan diselenggarakan oleh seksi Pemum dan Trantibum bekerja sama dengan seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Bener. Selaku pemateri pada kesempatan tersebut dihadirkan dari Kementerian Agama dan pendamping UMKM kabupaten Purworejo, yang merupakan Pelaku UMKM sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Rajawali Purworejo.
Adapun thema dialog dan pembinaan pada kesempatan tersebut tentang pentingnya perijinan dan sertifikat halal.dalam menegemen bisnis dan produksi. Pembinaan dilakukan dengan tujuan agar para pelaku UMKM dapat memahami menegemen bisnis yang sehat, baik dari aspek kualitas, selera pasar, maupun aspek spiritualitas. Sehingga konsumen tak hanya terpenuhi kebutuhan dasarnya saja namun juga terlindungi spiritualitasnya. Dalam strategi bisnis saat ini penting kiranya memahami konsumen berdasarkan nilai budaya yang berkembang, karakter masyarakat, dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada. (nur.070).



