▴ ▴ - Sekcam Bener Hadiri Penyaluran BLT DD di Desa Kedungloteng
- Mini Loka Karya Tribulanan Kedua Puskesmas Bener Digelar, Bahas Pencegahan Leptospirosis
- Seleksi Kepala Dusun 6 Desa Bener Sukses Digelar, Alwi Nur Ifham Raih Hasil Terbaik
- Memetri Desa Pekacangan 2026, Merawat Tradisi dan Mempererat Kebersamaan
- Tim Inovasi Bapperida Kabupaten Purworejo Lakukan Monitoring dan Evaluasi Inovasi Kecamatan Bener
- Camat Bener Apresiasi Paguyuban Seni Jowo sebagai Wadah Pelestarian Budaya Jawa
- Randu Alas Mancing Mania Meriahkan Desa Wadas, Padukan Hiburan dan Kepedulian Sosial
- Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kecamatan Bener Berlangsung Khidmat
- SEKCAM BENER HADIRI PENYALURAN BLT DD TAHAP 1 TAHUN 2026 DESA BENER
- LUTFI SIAP MELAJU KE TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH PADA PEMILIHAN PEMUDA PELOPOR 2026
DENGAN ANTUSIAS MASYARAKAT SERBU GERAKAN PANGAN MURAH 5 TON BERAS DALAM WAKTU SINGKAT LUDES TERJUAL
GERAKAN PANGAN MURAH

Bener. Seiring merangkaknya harga kebutuhan pokok penting masyarakat, terlebih lagi kenaikan tersebut bersamaan dengan bulan suci Ramadhan dan semakin dekatnya hari raya Idul Fitri 1445 H. Terhadap kondisi tersebut pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespon dengan cepat kegelisahan masyarakat, dengan melakukan intervensi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Untuk Kabupaten Purworejo dilaksanakan di Kecamatan Bener dan Kecamatan Bruno.
Selasa pagi (26/03/2024) pukul 07.30 WIB halaman Kantor Kecamatan Bener sudah dipadati pengunjung yang nota bene didominasi para ibu ibu selaku pejuang gizi keluarga. Mereka dengan sabar menunggu dibukanya penjualan kebutuhan pokok penting seperti beras, telur, dan gula. Setiap pembeli diwajibkan membawa foto copy KTP, dan berhak membeli maksimal 2 pak beras kemasan 5 kg, 2 kg telur, dan 2 kg gula pasir.
Camat Bener Vivin Suryandari Feriyani, S,STP.MM, dalam sambutan pembukanya mengatakan bahwa Program Pangan Murah yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan (DISHANPAN) Provinsi Jawa Tengah ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam menyikapi terjadi kenaikan harga pasar atas kebutuhan pokok masyarakat. Oleh karena itu program ini agar disyukuri, dan masyarakat dihimbau dapat membeli dengan tertib dan sabar.
Dalam waktu singkat 5 ton beras yang dibandrol Rp. 60.000 setiap pak ludes terjual. Demikian juga dengan 5 kwintal telur ayam yang dibandrol Rp 27.000/1 kg dalam waktu 1 jam habis terjual tak tersisa, dan 1 ton gula pasir yang dibandrol Rp. 12.000/1 kg laris manis diserbu masyarakat. (Bener Super)



