
- H-3 MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI CAMAT BENER MONITOR SITUASI PASAR KALIBOTO
- AKIBAT KONSLETING LISTRIK RUMAH WARGA DESA KALIURIP TERBAKAR
- AKIBAT BISING SUARA HUJAN DERAS DAN KURANG TELITI MEMATIKAN API TUNGKU LANSIA WARGA NGLARIS TAK TAHU SAAT RUMAHNYA TERBAKAR
- LONGSOR DI DESA KETOSARI MENUTUP AKSES JALAN PONDOK PESANTREN KEBON LEGI
- BUPATI PURWOREJO SERAHKAN SECARA SIMBOLIS UANG GANTI RUGI TANAH KAS DESA WADAS YANG TERDAMPAK PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENER
- KWARAN BENER SELENGGARAKAN RAMADHAN PEDULI PRAMUKA BERBAGI
- ANTISIPASI LIBUR BERSAMA YANG CUKUP PANJANG DAN HARI RAYA IDUL FITRI CAMAT BENER SELENGGARAKAN STAF MEETING
- CAMAT BENER IKUTI RAKOR PERUBAHAN RKPD 2025 DAN 2026
- CAMAT BENER IKUTI PENGUKUHAN DAN RAKOR TPPS KABUPATEN PURWOREJO
- TAMPIL PERDANA GROUP HADROH TP PKK KECAMATAN BENER TAMPIL SEMANGAT DAN HAPPY
DENGAN ANTUSIAS MASYARAKAT SERBU GERAKAN PANGAN MURAH 5 TON BERAS DALAM WAKTU SINGKAT LUDES TERJUAL
GERAKAN PANGAN MURAH

Bener. Seiring merangkaknya harga kebutuhan pokok penting masyarakat, terlebih lagi kenaikan tersebut bersamaan dengan bulan suci Ramadhan dan semakin dekatnya hari raya Idul Fitri 1445 H. Terhadap kondisi tersebut pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespon dengan cepat kegelisahan masyarakat, dengan melakukan intervensi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Untuk Kabupaten Purworejo dilaksanakan di Kecamatan Bener dan Kecamatan Bruno.
Selasa pagi (26/03/2024) pukul 07.30 WIB halaman Kantor Kecamatan Bener sudah dipadati pengunjung yang nota bene didominasi para ibu ibu selaku pejuang gizi keluarga. Mereka dengan sabar menunggu dibukanya penjualan kebutuhan pokok penting seperti beras, telur, dan gula. Setiap pembeli diwajibkan membawa foto copy KTP, dan berhak membeli maksimal 2 pak beras kemasan 5 kg, 2 kg telur, dan 2 kg gula pasir.
Camat Bener Vivin Suryandari Feriyani, S,STP.MM, dalam sambutan pembukanya mengatakan bahwa Program Pangan Murah yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan (DISHANPAN) Provinsi Jawa Tengah ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam menyikapi terjadi kenaikan harga pasar atas kebutuhan pokok masyarakat. Oleh karena itu program ini agar disyukuri, dan masyarakat dihimbau dapat membeli dengan tertib dan sabar.
Dalam waktu singkat 5 ton beras yang dibandrol Rp. 60.000 setiap pak ludes terjual. Demikian juga dengan 5 kwintal telur ayam yang dibandrol Rp 27.000/1 kg dalam waktu 1 jam habis terjual tak tersisa, dan 1 ton gula pasir yang dibandrol Rp. 12.000/1 kg laris manis diserbu masyarakat. (Bener Super)