▴ ▴ - Tim Intensifikasi PBB-P2 Kecamatan Bener Monitoring di Desa Kaliboto
- Apel Pagi Kecamatan Bener: Semangat Kerja dan Perkuat Kolaborasi
- Sekcam Bener Hadiri Penyaluran BLT DD di Desa Kedungloteng
- Mini Loka Karya Tribulanan Kedua Puskesmas Bener Digelar, Bahas Pencegahan Leptospirosis
- Seleksi Kepala Dusun 6 Desa Bener Sukses Digelar, Alwi Nur Ifham Raih Hasil Terbaik
- Memetri Desa Pekacangan 2026, Merawat Tradisi dan Mempererat Kebersamaan
- Tim Inovasi Bapperida Kabupaten Purworejo Lakukan Monitoring dan Evaluasi Inovasi Kecamatan Bener
- Camat Bener Apresiasi Paguyuban Seni Jowo sebagai Wadah Pelestarian Budaya Jawa
- Randu Alas Mancing Mania Meriahkan Desa Wadas, Padukan Hiburan dan Kepedulian Sosial
- Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kecamatan Bener Berlangsung Khidmat
DIPICU FAKTOR INTERNAL KELUARGA SUPARYONO MENGAKHIRI HIDUPNYA DENGAN MENGGANTUNG DIRI
GANTUNG DIRI

Bener. Dipicu faktor internal keluarga Suparyono (62 tahun) warga Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Pekacangan Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, nekad mengakhiri perjalanan hidupnya dengan menggantung diri di pohon mahoni yang berada di lahan milik (Slamet Chabib) tetangga korban yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban. Kejadian tersebut baru diketahui oleh istri korban (Tukijah) pada pukul 09.00 WIB, dalam kondisi tubuh korban menggantung di pohon mahoni dan sudah tidak bernyawa.
Melihat sang suami yang sudah menggantung dan tidak bernyawa istri korban meminta bantuan Mustofa (55 th) tetangga korban. Atas informasi kejadian tersebut warga sekitar berlarian menuju lokasi melihat kejadian tersebut. Tak lama kemudian aparat Pemerintah Desa Pekacangan, Petugas dari Polsek Bener, Koramil bener dan petugas meddis Puskesmas Bener melakukan oleh TKP.
Dari hasil olah TKP disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat dari tindakan korban menggantung dirinya sendiri, serta tidak diketemukan adanya indikasi tindakan kekerasan fisik pada tubuh korban. Selanjutnya korban di serahkan pada keluarga, dan pihak keluarga dapat menerima kejadian itu dengan ikhlas. (nur.070)



