▴ ▴ - Perkuat Promosi Wisata, Bagus Roro Purworejo 2026 Jalin Koordinasi Dengan Kecamatan Bener
- Bank Jateng Purworejo Sosialisasikan Program Layanan Perbankan
- Camat Bener Pimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Dana Desa Ketahanan Pangan TA 2025
- Tim Intensifikasi PBB-P2 Kecamatan Bener Monitoring di Desa Kaliboto
- Apel Pagi Kecamatan Bener: Semangat Kerja dan Perkuat Kolaborasi
- Sekcam Bener Hadiri Penyaluran BLT DD di Desa Kedungloteng
- Mini Loka Karya Tribulanan Kedua Puskesmas Bener Digelar, Bahas Pencegahan Leptospirosis
- Seleksi Kepala Dusun 6 Desa Bener Sukses Digelar, Alwi Nur Ifham Raih Hasil Terbaik
- Memetri Desa Pekacangan 2026, Merawat Tradisi dan Mempererat Kebersamaan
- Tim Inovasi Bapperida Kabupaten Purworejo Lakukan Monitoring dan Evaluasi Inovasi Kecamatan Bener
GERAK CEPAT PERSIAPKAN PILKADES PENJABAT KEPALA DESA PEKACANGAN LAKSANAKAN RAPAT PERDANA
RAPAT PERDANA

Bener. Pasca pengukuhan dan serah terima jabatan Penjabat Kepala Desa Pekacangan, Slamet Rochimin bergerak cepat melakukan konsolidasi internal dengan melaksanakan Rapat Perdana antara Pemerintah Desa, BPD dan Lembaga Kemasyarkatan Desa Pekacangan, Rabu 23 Desember 2020 di Balai Desa Pekacangan. Sadar akan tugas dan tanggung jawab sebagai Penjabat Kepala Desa adalah mengawal dan meminpin jalannya roda Pemerintahan Desa Pekacangan, dan yang lebih prioritas lagi mempersiapkan Pelaksanaan Pilkades Pekacangan 3 Mei 2021 mendatang.
Oleh karena itu mengawali tugas mulia tersebut Slamet Rochimin merasa perlu membicaraka secara internal dari hati ke hati secara kekeluargaan, antara keluarga besar Pemerintah Desa dan Lembaga Masyarakat yang ada di Desa Pekacangan. tujuannya adalah agar terjadi persamaan persepsi dan bahasa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga segala missinformasi dapat di eliminir semaksimal mungkin. Tak hanya itu, pengenalan karakter personal sangat penting dalam membangun soliditas tim work. Agar masing-masing dapat saling membantu, mengisi dan memperkuat satu sama lain dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sehingga ego sektoral tidak muncul sebagai penghambat pencapaian tujuan. (nur.07)



