▴ ▴ - Kedungpucang Cup 2026 Resmi Dibuka, Ajang Silaturahmi dan Pencarian Bibit Atlet Voli
- Gunungan UMKM Wayah Bener Raih Juara III Kirab HARNAS UMKM ke-XI
- Kecamatan Bener Ikuti Rakor Penanganan dan Antisipasi Bencana Kekeringan
- Sekcam Bener Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Perubahan APBD Purworejo Tahun 2026
- Tim Monitoring Kecamatan Bener Hadiri Musdes Penetapan RKPDes dan APBDes Perubahan Desa Pekacangan
- Kecamatan Bener Monitoring Penetapan RKPDes dan Perubahan APBDes 2026 Desa Cacaban Lor
- Kesenian Tradisional Topeng Ireng Sekar Rimba Sukses Hibur Masyarakat Sidomukti
- Tim Kecamatan Bener Monitoring Musdes Penetapan Perubahan APBDes 2026 Desa Sendangsari
- Malam Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kecamatan Bener Berlangsung Khidmat
- Sekcam Bener Ikuti Rapat Paripurna DPRD Purworejo
GERAK CEPAT PERSIAPKAN PILKADES PENJABAT KEPALA DESA PEKACANGAN LAKSANAKAN RAPAT PERDANA
RAPAT PERDANA

Bener. Pasca pengukuhan dan serah terima jabatan Penjabat Kepala Desa Pekacangan, Slamet Rochimin bergerak cepat melakukan konsolidasi internal dengan melaksanakan Rapat Perdana antara Pemerintah Desa, BPD dan Lembaga Kemasyarkatan Desa Pekacangan, Rabu 23 Desember 2020 di Balai Desa Pekacangan. Sadar akan tugas dan tanggung jawab sebagai Penjabat Kepala Desa adalah mengawal dan meminpin jalannya roda Pemerintahan Desa Pekacangan, dan yang lebih prioritas lagi mempersiapkan Pelaksanaan Pilkades Pekacangan 3 Mei 2021 mendatang.
Oleh karena itu mengawali tugas mulia tersebut Slamet Rochimin merasa perlu membicaraka secara internal dari hati ke hati secara kekeluargaan, antara keluarga besar Pemerintah Desa dan Lembaga Masyarakat yang ada di Desa Pekacangan. tujuannya adalah agar terjadi persamaan persepsi dan bahasa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga segala missinformasi dapat di eliminir semaksimal mungkin. Tak hanya itu, pengenalan karakter personal sangat penting dalam membangun soliditas tim work. Agar masing-masing dapat saling membantu, mengisi dan memperkuat satu sama lain dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sehingga ego sektoral tidak muncul sebagai penghambat pencapaian tujuan. (nur.07)



