▴ ▴ - Pelantikan Perangkat Desa Jati, Camat Bener Dorong Peningkatan Kinerja dan Kebersamaan
- Raker Evaluasi dan Halal Bihalal, TP PKK Kecamatan Bener Perkuat Program 2026.
- CAMAT BENER MENGHADIRI RAKOR PERSIAPAN UPACARA PEMBUKAAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP II TAHUN 2026.
- 75 Barung Ramaikan Pesta Siaga Pramuka Bener Tahun 2026.
- Pemerintah Desa Nglaris Gelar Musdes Pembentukan Panitia BPD 2026.
- Senam Sehat Lintas Sektor Kecamatan Bener Tingkatkan Kebugaran dan Kebersamaan.
- Camat Bener Hadiri Sosialisasi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Benowo.
- Balai KB Bener Perkuat Kapasitas Kader Melalui Penyuluhan Program KB.
- Camat Bener Hadiri Peletakan Batu Pertama Gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Kaliwader.
- 120 Warga Ikuti ACF TBC Gratis di Kecamatan Bener.
GERAK CEPAT PERSIAPKAN PILKADES PENJABAT KEPALA DESA PEKACANGAN LAKSANAKAN RAPAT PERDANA
RAPAT PERDANA

Bener. Pasca pengukuhan dan serah terima jabatan Penjabat Kepala Desa Pekacangan, Slamet Rochimin bergerak cepat melakukan konsolidasi internal dengan melaksanakan Rapat Perdana antara Pemerintah Desa, BPD dan Lembaga Kemasyarkatan Desa Pekacangan, Rabu 23 Desember 2020 di Balai Desa Pekacangan. Sadar akan tugas dan tanggung jawab sebagai Penjabat Kepala Desa adalah mengawal dan meminpin jalannya roda Pemerintahan Desa Pekacangan, dan yang lebih prioritas lagi mempersiapkan Pelaksanaan Pilkades Pekacangan 3 Mei 2021 mendatang.
Oleh karena itu mengawali tugas mulia tersebut Slamet Rochimin merasa perlu membicaraka secara internal dari hati ke hati secara kekeluargaan, antara keluarga besar Pemerintah Desa dan Lembaga Masyarakat yang ada di Desa Pekacangan. tujuannya adalah agar terjadi persamaan persepsi dan bahasa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga segala missinformasi dapat di eliminir semaksimal mungkin. Tak hanya itu, pengenalan karakter personal sangat penting dalam membangun soliditas tim work. Agar masing-masing dapat saling membantu, mengisi dan memperkuat satu sama lain dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sehingga ego sektoral tidak muncul sebagai penghambat pencapaian tujuan. (nur.07)



