▴ ▴
Breaking News
- INOVASI PUN CAKEP HADIRKAN DUKUNGAN NYATA BAGI PELAKU UMKM DI KECAMATAN BENER
- Perkuat Promosi Wisata, Bagus Roro Purworejo 2026 Jalin Koordinasi Dengan Kecamatan Bener
- Bank Jateng Purworejo Sosialisasikan Program Layanan Perbankan
- Camat Bener Pimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Dana Desa Ketahanan Pangan TA 2025
- Tim Intensifikasi PBB-P2 Kecamatan Bener Monitoring di Desa Kaliboto
- Apel Pagi Kecamatan Bener: Semangat Kerja dan Perkuat Kolaborasi
- Sekcam Bener Hadiri Penyaluran BLT DD di Desa Kedungloteng
- Mini Loka Karya Tribulanan Kedua Puskesmas Bener Digelar, Bahas Pencegahan Leptospirosis
- Seleksi Kepala Dusun 6 Desa Bener Sukses Digelar, Alwi Nur Ifham Raih Hasil Terbaik
- Memetri Desa Pekacangan 2026, Merawat Tradisi dan Mempererat Kebersamaan
INVESTIGASI DUGAAN PENCEMARAN AIR DI LOKASI PEMBANGUNAN BENDUNG BENER
BENDUNGAN BENER

Keterangan Gambar : Tim investigasi terpadu Kabupaten Purworejo, melakukan investigasi dugaan pencemaran di lokasi pembangunan Bendung Bener
Bener. Tindak lanjut laporan warga terkait dugaan adanya pencermaran sumber mata air di Kaligondang, Kalipancer Guntur di area Disposal 3 lokasi pembangunan Bendung Bener di 3 titik sumber air ( sumur ) tepatnya pada lokasi Makam Syeh Dimyati, dan Mushola Kyai Nur Syamsu Kalipancer, berlanjut pada investigasi yang dilakukan oleh Tim Terpadu dari Kabupaten Purworejo Rabu 10 November 2021.
Tim terdiri dari PT.Waskita, Virama, bersama perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Dian Puji Astuti, Daniel Eko Aryanto, Lukman Hakim, Dinas Perikanan Kabupaten Purworejo Joko Susanto, serta didampingi Kasi Trantib Kecamatan Bener, PPL Pertanian Bener dan Kadus Kalipancer Ediyase. Dari investigasi dihasilkan, bahwa saluran air yang sumber mata air 3 yang berada dilokasi kontruksi yang airnya tercemar sudah diputus, dan air yang disalurkan ke warga menggunakan sumber air yang berada disampingnya, yang masih bagus dan layak konsumsi.
Diperkirakan pencemaran mata air bersumber dari residu amoniak hasil bahan peledak blasting dan bebatuan pada sumur-sumur di area disposal yang terdampak. Kesulitan warga dalam mengakses sumber mata air, maka pihak PT diharapkan mengambil alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga.
Dinas Lingkungan Hidup menyarankan sumur atau sumber mata air yang tercemar dikuras, untuk memastikan bahwa air yang tercemar sudah bersih. Apabila setelah dikuras air dalam sumur masih berbau dan berwarna maka perlu diambil tindakan lain seperti menutup, dan mencari sumber air baru yang layak. Investigasi dilanjutkan dilokasi kolam milik warga terdampak yang juga dilaporkan ikut tercemar oleh proses pembangunan bendung Bener. (nur.070).
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



