▴ ▴
Breaking News
- Pembinaan Linmas Desa Benowo: Memperkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
- Merti Desa Cacaban Kidul Momentum Syukur, Silaturahmi, dan Kebersamaan Masyarakat
- Monev Dana Transfer Tahap I Desa Pekacangan
- Apel Pagi dan Staff Meeting Awali Aktivitas Kecamatan Bener
- Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 Kecamatan Bener
- Sekcam Bener Hadiri Rakor Bulan Dana PMI Tahun 2026 Kabupaten Purworejo.
- Rapat Koordinasi Matangkan Persiapan Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 di Kecamatan Bener
- MONEV DANA TRANSFER TAHAP I DESA JATI
- Kasi Trantib Pimpin Monev Dana Transfer Tahap I Tahun 2026 Desa Karangsari
- Kasi Pemerntahan Desa Hadiri Gelar Pengawasan Daerah Bahas Pengelolaan Keuangan dan Persiapan APBDes Perubahan
INVESTIGASI DUGAAN PENCEMARAN AIR DI LOKASI PEMBANGUNAN BENDUNG BENER
BENDUNGAN BENER

Keterangan Gambar : Tim investigasi terpadu Kabupaten Purworejo, melakukan investigasi dugaan pencemaran di lokasi pembangunan Bendung Bener
Bener. Tindak lanjut laporan warga terkait dugaan adanya pencermaran sumber mata air di Kaligondang, Kalipancer Guntur di area Disposal 3 lokasi pembangunan Bendung Bener di 3 titik sumber air ( sumur ) tepatnya pada lokasi Makam Syeh Dimyati, dan Mushola Kyai Nur Syamsu Kalipancer, berlanjut pada investigasi yang dilakukan oleh Tim Terpadu dari Kabupaten Purworejo Rabu 10 November 2021.
Tim terdiri dari PT.Waskita, Virama, bersama perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Dian Puji Astuti, Daniel Eko Aryanto, Lukman Hakim, Dinas Perikanan Kabupaten Purworejo Joko Susanto, serta didampingi Kasi Trantib Kecamatan Bener, PPL Pertanian Bener dan Kadus Kalipancer Ediyase. Dari investigasi dihasilkan, bahwa saluran air yang sumber mata air 3 yang berada dilokasi kontruksi yang airnya tercemar sudah diputus, dan air yang disalurkan ke warga menggunakan sumber air yang berada disampingnya, yang masih bagus dan layak konsumsi.
Diperkirakan pencemaran mata air bersumber dari residu amoniak hasil bahan peledak blasting dan bebatuan pada sumur-sumur di area disposal yang terdampak. Kesulitan warga dalam mengakses sumber mata air, maka pihak PT diharapkan mengambil alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga.
Dinas Lingkungan Hidup menyarankan sumur atau sumber mata air yang tercemar dikuras, untuk memastikan bahwa air yang tercemar sudah bersih. Apabila setelah dikuras air dalam sumur masih berbau dan berwarna maka perlu diambil tindakan lain seperti menutup, dan mencari sumber air baru yang layak. Investigasi dilanjutkan dilokasi kolam milik warga terdampak yang juga dilaporkan ikut tercemar oleh proses pembangunan bendung Bener. (nur.070).
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



