▴ ▴
Breaking News
- INOVASI PUN CAKEP HADIRKAN DUKUNGAN NYATA BAGI PELAKU UMKM DI KECAMATAN BENER
- Perkuat Promosi Wisata, Bagus Roro Purworejo 2026 Jalin Koordinasi Dengan Kecamatan Bener
- Bank Jateng Purworejo Sosialisasikan Program Layanan Perbankan
- Camat Bener Pimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Dana Desa Ketahanan Pangan TA 2025
- Tim Intensifikasi PBB-P2 Kecamatan Bener Monitoring di Desa Kaliboto
- Apel Pagi Kecamatan Bener: Semangat Kerja dan Perkuat Kolaborasi
- Sekcam Bener Hadiri Penyaluran BLT DD di Desa Kedungloteng
- Mini Loka Karya Tribulanan Kedua Puskesmas Bener Digelar, Bahas Pencegahan Leptospirosis
- Seleksi Kepala Dusun 6 Desa Bener Sukses Digelar, Alwi Nur Ifham Raih Hasil Terbaik
- Memetri Desa Pekacangan 2026, Merawat Tradisi dan Mempererat Kebersamaan
Kasi Pemum Trantib Kecamatan Bener Hadiri Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Purworejo.
Rakor Kesiapan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Keterangan Gambar : Plt. Kasi Pemum Trantib Hidayatusibyan, S.IP hadir dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Purworejo, Selasa, 2 Desember 2025 di Aula BPBD Kab. Purworejo.
Camat Bener melalui Plt. Kasi Pemerintahan Umum dan Trantib, Hidayatusibyan, S.IP, menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Purworejo pada 2 Desember 2025 di Aula BPBD Purworejo. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos bersama pejabat di Kabupaten Purworejo, diikuti oleh Kepala OPD se Kabupaten Purworejo.
Dalam rapat disampaikan proyeksi musim penghujan 2025–2026 dari BMKG, yang menunjukkan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari–Februari 2026 dengan curah hujan kategori atas normal, sehingga berpotensi menimbulkan risiko tinggi. Prediksi curah hujan di Kabupaten Purworejo pada November 2025 hingga Januari 2026 berada pada kisaran menengah hingga sangat tinggi.
Kabupaten Purworejo, dengan kondisi geografis pegunungan dan dataran rendah, memiliki potensi risiko bencana berupa banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, hingga penyakit akibat kelembaban tinggi. Sebanyak 16 kecamatan tercatat berpotensi terdampak. Delapan kecamatan rawan longsor, enam kecamatan rawan banjir, dan seluruh kecamatan berpotensi mengalami angin kencang serta cuaca ekstrem.
Rakor juga menegaskan instruksi Gubernur Jawa Tengah terkait fase pra-bencana, meliputi pemetaan wilayah rawan, penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi sistem peringatan dini, serta upaya mitigasi fisik seperti perbaikan dan normalisasi saluran air. Selain itu, kesiapan jalur evakuasi, logistik, dan edukasi masyarakat turut menjadi fokus.
BPBD Kabupaten Purworejo telah menyiapkan langkah kesiapsiagaan melalui pengecekan sarana prasarana, pengaktifan posko siaga bencana 24 jam, serta pelaporan rutin dan cepat setiap kejadian kepada Pusdalops PB Provinsi Jawa Tengah.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



