▴ ▴
Breaking News
- KH. MUH YASIN ISI PENGAJIAN HARI SENIN OPD KECAMATAN BENER TENTANG PUASA RAMADHAN
- APEL PAGI HARI SENIN OPD KECAMATAN BENER
- CAMAT BENER HADIRI KOPDAR UMKM WAYAH BENER PERKUAT SINERGI, DORONG KOLABURASI
- KASI PEMUM TRANTIB KECAMATAN BENER HADIRI RAKOR KEPESERTAAN BPJS KETENAGAKERJAAN
- JUMAT SEHAT DENGAN SENAM BERSAMA LINTAS SEKTOR
- Pranata Komputer Kecamatan Bener ikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kesiapsiagaan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS)
- KECAMATAN BENER SUKSES MELAKSANAKAN MUSRENBANG 2027
- DONOR DARAH PMI BULAN FEBRUARI
- CAMAT BENER MONITORING UJIAN SELEKSI CALON PERANGKAT DESA KALIBOTO
- CAMAT BENER MONITORING DANA TRANSFER KE DESA TAHAP II DESA NGLARIS
Kasi Pemum Trantib Kecamatan Bener Hadiri Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Purworejo.
Rakor Kesiapan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Keterangan Gambar : Plt. Kasi Pemum Trantib Hidayatusibyan, S.IP hadir dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Purworejo, Selasa, 2 Desember 2025 di Aula BPBD Kab. Purworejo.
Camat Bener melalui Plt. Kasi Pemerintahan Umum dan Trantib, Hidayatusibyan, S.IP, menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Purworejo pada 2 Desember 2025 di Aula BPBD Purworejo. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos bersama pejabat di Kabupaten Purworejo, diikuti oleh Kepala OPD se Kabupaten Purworejo.
Dalam rapat disampaikan proyeksi musim penghujan 2025–2026 dari BMKG, yang menunjukkan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari–Februari 2026 dengan curah hujan kategori atas normal, sehingga berpotensi menimbulkan risiko tinggi. Prediksi curah hujan di Kabupaten Purworejo pada November 2025 hingga Januari 2026 berada pada kisaran menengah hingga sangat tinggi.
Kabupaten Purworejo, dengan kondisi geografis pegunungan dan dataran rendah, memiliki potensi risiko bencana berupa banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, hingga penyakit akibat kelembaban tinggi. Sebanyak 16 kecamatan tercatat berpotensi terdampak. Delapan kecamatan rawan longsor, enam kecamatan rawan banjir, dan seluruh kecamatan berpotensi mengalami angin kencang serta cuaca ekstrem.
Rakor juga menegaskan instruksi Gubernur Jawa Tengah terkait fase pra-bencana, meliputi pemetaan wilayah rawan, penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi sistem peringatan dini, serta upaya mitigasi fisik seperti perbaikan dan normalisasi saluran air. Selain itu, kesiapan jalur evakuasi, logistik, dan edukasi masyarakat turut menjadi fokus.
BPBD Kabupaten Purworejo telah menyiapkan langkah kesiapsiagaan melalui pengecekan sarana prasarana, pengaktifan posko siaga bencana 24 jam, serta pelaporan rutin dan cepat setiap kejadian kepada Pusdalops PB Provinsi Jawa Tengah.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



