▴ ▴ - KASI PEMDES MENGIKUTI RAKOR PEMANFAATAN ASET DESA DALAM PEMBANGUNAN GERAI KDKMP
- Camat Bener Salurkan Bantuan BAZNAS untuk Warga Terdampak Bencana dan Pemberdayaan Difabel
- Semangat Ramadhan, Camat Bener Ajak Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan kepada Masyarakat
- MENYEMARAKKAN RAMADHAN 1447 H CAMAT BENER GIATKAN SIMAKKAN AL-QURAN DILINGKUNGAN KERJA
- GUYUP RUKUN ASN PEDULI KECAMATAN BENER SALURKAN BANTUAN BERAS
- HIGH LEVEL MEETING KABUPATEN PURWOREJO DALAM KESIAPAN DAERAH SAMBUT RAMADHAN DAN HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
- KONFERENSI KEPALA DESA DAN SEKRETARIS DESA SE KECAMATAN BENER
- Seksi Pemum Trantib Kecamatan Bener menghadiri Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026.
- Camat Bener Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ( KDKMP ) Desa Kalitapas
- Camat Bener Hadiri Pembentukan Panitia Mutasi Jabatan Perangkat Desa Jati.
OLAHAN ARANG KEDUNG AGUNG TETAP EKSIS DITENGAH DERASNYA GELOMBANG MODERNISASI DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI
ARANG KEDUNG AGUNG

Bener. Kemajuan teknologi dan modernisasi telah memaksa dan membentuk perilaku manusia dalam melaksanakan hidupnya. Model gaya hidup natural, alami, dan sederhana secara perlahan telah banyak ditinggalkan masyarakat kita. Nyaris tak ada ruang bagi pecinta model hidup tradisional di negeri ini. Hal itu terjadi bersamaan gencarnya pemerintah mempromosikan program industrialisasi pada dekade 80 yang lalu. Kebijakan itulah yang tampaknya banyak mewarnai kehidupan masyarakat kita saat ini. Hal itu semakin diperkuat dengan ada era globalisasi informasi yang nyaris tanpa batas saat ini.
Adalah Subhan warga Dusun Kedung Agung Desa Ketosari Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, hingga saat ini masih setia menekuni usaha olahan areng yang dikerjakannya sejak 20 tahun yang lalu. Dengan berbekal keyakinan dan ketekunannya itu subhan 50 tahun masih dapat memasarkan areng hasil olahannya kepada pelanggannya yang tersebar di kota Wonosobo, Semarang, Temanggung, Magelang, Kebumen, Wonosobo, dan tentunya Purworejo.
Rata rata 10 ton areng olahan Subhan dipasarkan dari Kedung Agung Ketosari kecamatan Bener. Dirinya tidak mengira areng olahannya masih diminati masyarakat. Seblumnya areng olahannya ini juga gunakan oleh industri olahan makanan di beberapa tempat, namun akhir-akhir ini industri olahan makanan tersebut sudah banyak yang tutup, sehingga pengguna bahan bakar areng saat ini hanya sebagian kecil pedagang nasi goreng, pecel lele, sate dan warung angkringan. Namun demikian dirinya tetap bersyukur usahanya ini masih berjalan cukup untuk menyambung hidup, demikian subhan mengisahkan usahanya tersebut.
Pengolah areng satu-satunya di Kecamatan Bener ini masih sangat mencintai usaha olahan arengnya dan memiliki segudang keinginan untuk mengembangkan usahanya itu. Belum terlintas dibenaknya untuk mengganti usaha yang lain. . Saat ini dirinya menginginkan memiliki bangunan rumah olahan yang lebih permanen serta dapur masak areng yang terbuat dari besi cor untuk lebih meningkatkan kualitas olahan arengnya itu. Selain itu juga menginginakan dapat mengolah arang briket, agar limbah areng yang dihasilkan dapat tetap di olah dan dimanfaatkan untuk menambah penghasilan (nur.07)



