▴ ▴ - 16 KPM Desa Kedungpucang Terima BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026
- Kasi Pemum Trantib Hadiri Penyaluran BLT DD Desa Kalijambe
- 28 Pendonor Ikut Ambil bagian Dalam Kegiatan Donor Darah Rutin PMI di Kecamatan Bener
- SEKCAM BENER HADIRI RAPAT PARIPURNA DPRD BAHAS RAPERDA JAMSOSTEK DAN PENANGGULANGAN STUNTING
- Kejaksaan Negeri Purworejo Gelar Sosialisasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan di Kecamatan Bener
- INOVASI PUN CAKEP HADIRKAN DUKUNGAN NYATA BAGI PELAKU UMKM DI KECAMATAN BENER
- Perkuat Promosi Wisata, Bagus Roro Purworejo 2026 Jalin Koordinasi Dengan Kecamatan Bener
- Bank Jateng Purworejo Sosialisasikan Program Layanan Perbankan
- Camat Bener Pimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Dana Desa Ketahanan Pangan TA 2025
- Tim Intensifikasi PBB-P2 Kecamatan Bener Monitoring di Desa Kaliboto
POLEMIK GANTI KERUGIAN PENGADAAN TANAH BENDUNGAN BENER MEMASUKI TITIK TERANG
GANTI RUGI TANAH BENDUNG BENER

Bener. Polemik ganti kerugian pengadaan tanah pembangunan Bendungan Bener mulai memasuki titik terang. Pasalnya pemerintah merubah pola komunikasi dan pendalaman lebih lanjut terkait proses penetapan ganti kerugian pengadaan tanah pembangunan Bendungan Bener. Pola perubahan yang dilakukan antara lain, dengan membuka forum dialog secara lebih terbuka dan transparan kepada warga terdampak. Dimana pemerintah kembali menurunkan tim untuk melakukan pengkajian ulang terkait penetapan ganti kerugian pengadaan tanah bagi warga terdampak pembangunan Bendungan Bener.
Langkah selanjutnya pemerintah menggelar musyawarah penetapan ganti kerugian dan penyampaian hasil penilaian tim penilai ganti kerugian pengadaan tanah bagi pembangunan Bendungan Bener. Untuk tahap pertama musyawarah diagendakan di 5 desa yaitu Desa Nglaris, Guntur, Karangsari, Kedung Loteng dan Bener, yang dilaksanakan mulai tanggal 14 Desember 2020 sampai dengan 7 Januari 2021. Senin 14 Desember 2020 musyawarah pertama dilaksanakan di Desa Nglaris Kecamatan Bener. Hadir pada musyawarah tersebut perwakilan dari BBWS Yogyakarta, BPN Purworejo, Dinperkimtan Purworejo, Perwakilan BRI, Camat Bener Agus Widiyanto, S.IP.M.Si beserta perwakilan dari Polsek dan Koramil Bener, Kepala Desa Nglaris beserta Perangkat, dan Warga Nglaris terdampak pembangunan Bendungan Bener.
Dalam musyawarah tim menyampaikan resume hasil penilaian tim penilai terhadap ganti kerugian pengadaan tanah bagi warga Desa Nglaris yang terdampak pembangunan bendungan bener. Dengan jelas tim menyampaikan bahwa besaran penilaian ganti kerugian dihitung berdasarkan klasifikasi tanah, yang diakumulasi dengan keberadaan bangunan dan tanaman yang ada di atasnya. Tim menyampaikan apabila dapat menyetujui resume penetapan ganti kerugian tersebut agar menandatangani berita acara persetujuan, namun jika masih ada ketidak cocokan data pada resume yang disampaikan dipersilahkan kepada pihak penerima untuk menyampaikan dalam kolom yang sudah ada pada berita acara.
Dari hasil musyawarah tersebut semua warga terdampak yang hadir dapat memahami dan menerima penetapan ganti kerugian yang disampaikan oleh tim, sehingga musyawarah di Desa Nglaris dapat berjalan lancar, aman dan sukses. Kesuksesan musayawarah di Desa Nglaris tentu dapat menjadi indikator sebagai awal kesuksesan dalam menangani polemik ganti kerugian pengadaan tanah Bendungan Bener. Hal itu tak lepas dari kegigihan warga terdampak dalam memperjuangkan hak-haknya, sikap kooperatif yang ditunjukkan Pemerintah Pusat, serta upaya-upaya yang telah ditempuh Pemerintah Kabupaten Purworejo, Forkopimcam Bener, dan Pemerintah Desa terdampak dalam memfasilitasi, berdialog, dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Dan yang tak kalah pentingnya adalah mediasi yang sering dilakukan antara pemerintah dengan warga terdampak .
Mengingat saat ini masih masa pandemi covid-19, agar tidak terjadi kerumunan masa yang berlebihan, musyawarah di Desa Nglaris di bagi menjadi 3 sesi. Untuk sesi pertama musyawarah diadakan di Baledesa Nglaris pukul 09.00-11.00 WIB., kemudian untuk sesi kedua dilaksanakan di TK Roudhotul Athfal Desa Nglaris pukul.11.00-13.00 WIB, dan sesi ketiga kembali dilanjutkan di Balai Desa Nglaris pukul.13.00-16.00 WIB. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat (nur.070)



