▴ ▴ - INOVASI PUN CAKEP HADIRKAN DUKUNGAN NYATA BAGI PELAKU UMKM DI KECAMATAN BENER
- Perkuat Promosi Wisata, Bagus Roro Purworejo 2026 Jalin Koordinasi Dengan Kecamatan Bener
- Bank Jateng Purworejo Sosialisasikan Program Layanan Perbankan
- Camat Bener Pimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Dana Desa Ketahanan Pangan TA 2025
- Tim Intensifikasi PBB-P2 Kecamatan Bener Monitoring di Desa Kaliboto
- Apel Pagi Kecamatan Bener: Semangat Kerja dan Perkuat Kolaborasi
- Sekcam Bener Hadiri Penyaluran BLT DD di Desa Kedungloteng
- Mini Loka Karya Tribulanan Kedua Puskesmas Bener Digelar, Bahas Pencegahan Leptospirosis
- Seleksi Kepala Dusun 6 Desa Bener Sukses Digelar, Alwi Nur Ifham Raih Hasil Terbaik
- Memetri Desa Pekacangan 2026, Merawat Tradisi dan Mempererat Kebersamaan
TPS 2 BLEBER SUKSES TURUNKAN KETEGANGAN PEMILIH
MONITOR TPS BLEBER
Bener. Penyelenggaraan Pilkada 2020 sebelumnya telah menimbulkan pro dan kontra banyak kalangan, mulai dari politikus, akademisi, pelaku usaha, kalangan pemuda, bahkan alim ulama dan tokoh masyarakat bersuara lantang perihal Pilkada 2020. Pemicunya adalah situasi pandemi covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan cenderung meningkat, belum lagi ditambah dengan situasi ekonomi masyarakat yang belum pulih, serta berbagai persolan sosial yang mewarnainya.
Segala kekhawatiran dan keresahan sebagian masyarakat muncul akan terjadinya penyebaran dan lonjakan kasus positif covid-19 pasca Pilkada serentak tak dapat dipungkiri. Mereka khawatir TPS atau tempat-tempat penyelenggara Pilkada akan menjadi kluster baru penyebaran covid-19. Sehingga banyak kalangan menyarankan pemerintah menunda pelaksanaan Pilkada 2020 hingga situasi lebih kondusif. Namun dengan berbagai pertimbangan pemerintah memutusakan tetap melaksanakan Pilkada 2020 secara serentak pada 9 Desember 2020, dengan penerapan protokol kesehaatan secara ketat.
Bermuara dari isu-isu diatas telah mempengaruhi stigma negatif dan emosi masyarakat terhadap Pilkada 2020. Berbagai argumenatasi ilmiah dan argumentasi teknis banyak digulirkan pengamat akan dampak negatif kemungkinan terjadinya penularan virus covid-19 dalam pelaksanaan pilkada, semakin menekan psikologis masyarakat. Berbagai informasi tersebut telah mempangaruhi animo masyarakat, tak sedikit diantara mereka yang merasa takut untuk datang ke TPS, utamanya para lansia dan penderita penyakit bawaan. Fenomena yang terjadi pada masyarakat itulah yang tampaknya menjadi pusat perhatian Pemerintah dan KPU dalam mempersiapkan regulasi dan petunjuk teknis penyelenggaraan Pilkada serentak 2020.
Pesan moral yang ditanamkan Pemerintah dan Komisi Pemilihahan Umum (KPU) akan penyelenggaraan pilkada yang demokratis, aman dan ramah telah ditangkap dengan cantik oleh ketua KPPS TPS 2 Desa Bleber. Segala upaya dan kreatifitas dilakukan untuk menganulir stigma negatif masyarakat pemilih dilingkungannya terhadap Pilkada 2020. Diawali dengan sosialisasi simpati secara mobile kepada masyarakat, mapun lewat himbanuan tertulis dan komunikasi terbatas, untuk meyakinkan bahwa pelaksaaan Pilkada 2020 aman karena ditunjang oleh sarana protokol kesehatan yang lengkap dan berstandar, baik yang diperuntukan bagi panitia penyelenggara maupun masyarakat pemilih sendiri.
Tak hanya itu guna menyegarkan suasana, mencairkan ketegangan pemilih, agar merasa lebih nyaman, santai, fun, artistik dan ternghibur di TPS, semua anggota KPPS yang bertugas di TPS 2 Bleber menggunakan kostum kesenian tradisional kubro yang merupakan kebanggan masyarakat Bleber. Hal itu seakan mengingatkan dan menyadarkan pemilih yang hadir, meskipun mereka harus waspada dan prihatin atas ancaaman virus covid-19 dan kesulitan ekonomi yang tengah melanda mereka, namun masih ada sejuta harapan dan kebahagiaan, berupa harta dan budaya yang masih membutuhkan kepedulian mereka. Oleh karena itu mereka tetap harus optimis, bergairah, bersemangat dan selalu bahagia dalam menghadapi keprihatinan.
Yang pasti kostum kesenian kubro yang digunakan anggota KPPS TPS 2 Bleber, cukup mengobati kerinduan masyarakat akan hiburan yang selama ini mereka nikmati. serta semangat untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni tradisional dimasa pandemi ini. Meskipun mereka tidak bisa menikmati indahnya atraksi seni tradiosonal kubro saat itu, namun cukup kiranya memberikan inspirasi akan indahnya memelihara spirit dalam menghadapi seni kehidupan dengan segala pesona permasalahannya. Sehingga di TPS 2 pemilih dapat menetukan pilihan politiknya dengan perasaan santai, tenang dan happy tanpa beban apa pun untuk menentukan keberlangsungan Purworejo kota kebanggaan dan harapan mereka 5 tahun mendatang. (nur.070)



