▴ ▴
Breaking News
- Lakon “Lahire Sumantri” Semarakkan Merti Desa dan HUT ke-81 RI di Guntur
- Tumuruning Wahyu Kamulyan Warnai Merti Dusun Kalipancer
- Merti Desa Kalitapas, Wujud Syukur dan Doa untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Camat Bener Berikan Motivasi Kepada Paskibra Jelang HUT Ke-81 Republik Indonesia
- Kasi Pemerintahan Desa Kecamatan Bener Menghadiri Rakor Verifikasi dan Validasi Data Indeks Desa Tahun 2026
- Sekcam Bener Pastikan Kesiapan Lapangan Jelang Upacara HUT Ke-81 RI
- Apel pagi dan meeting staff OPD Kecamatan Bener
- Pengajian dan Sholawat Warnai Rangkaian Gebyar Merti Desa Kaliurip 2026
- Paskibra Kecamatan Bener Matangkan Persiapan Jelang Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Forkopimcam Bener Sidak SPPG, Pastikan Pelayanan Pemenuhan Gizi Sesuai Standar BGN
Tumuruning Wahyu Kamulyan Warnai Merti Dusun Kalipancer
Merti Desa Dusun Kalipancer

Keterangan Gambar : Penyerahan tokoh wayang Puntadewa atau Yudistira oleh Camat Bener, Bambang Surtianto, kepada Ki Dalang Widi Suryo Wibowo sebagai tanda dimulainya pertunjukan.
Bener _ Camat Bener, Bambang Surtianto, S.Si., M.Acc., menghadiri acara Merti Dusun Kalipancer, Desa Guntur, Kecamatan Bener, pada Selasa malam, 11 Agustus 2026. Kegiatan yang digelar di Dusun Kalipancer tersebut berlangsung meriah dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Widi Suryo Wibowo dengan lakon Tumuruning Wahyu Kamulyan.
Merti Dusun yang diselenggarakan oleh warga masyarakat Kalipancer Bersatu ini merupakan wujud rasa syukur atas limpahan rahmat, karunia, dan berkah Tuhan Yang Maha Esa yang telah diberikan kepada masyarakat. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, serta melestarikan seni dan budaya tradisional di tengah masyarakat.
Pagelaran wayang kulit diawali dengan penyerahan tokoh wayang Puntadewa atau Yudistira oleh Camat Bener, Bambang Surtianto, kepada Ki Dalang Widi Suryo Wibowo sebagai tanda dimulainya pertunjukan.
Melalui kegiatan Merti Dusun, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal senantiasa terjaga serta dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



