▴ ▴
Breaking News
- INOVASI PUN CAKEP HADIRKAN DUKUNGAN NYATA BAGI PELAKU UMKM DI KECAMATAN BENER
- Perkuat Promosi Wisata, Bagus Roro Purworejo 2026 Jalin Koordinasi Dengan Kecamatan Bener
- Bank Jateng Purworejo Sosialisasikan Program Layanan Perbankan
- Camat Bener Pimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Dana Desa Ketahanan Pangan TA 2025
- Tim Intensifikasi PBB-P2 Kecamatan Bener Monitoring di Desa Kaliboto
- Apel Pagi Kecamatan Bener: Semangat Kerja dan Perkuat Kolaborasi
- Sekcam Bener Hadiri Penyaluran BLT DD di Desa Kedungloteng
- Mini Loka Karya Tribulanan Kedua Puskesmas Bener Digelar, Bahas Pencegahan Leptospirosis
- Seleksi Kepala Dusun 6 Desa Bener Sukses Digelar, Alwi Nur Ifham Raih Hasil Terbaik
- Memetri Desa Pekacangan 2026, Merawat Tradisi dan Mempererat Kebersamaan
WAROK CAMPUR SARI NGUDI UTOMO DARI DESA NGASINAN TAMPIL MEMUKAU DALAM GELAR APRESIASI SENI TRADISONAL 2025
Gelar Apresiasi Seni Tradisional 2025

Keterangan Gambar : Penampilan kesenian trasional Warok Campur Sari Ngudi Utomo dari Desa Ngasinan Kecamatan Bener dalam Gelar Apresiasi Seni Tradisional 2025 Kabupaten Purworejo.
Kesenian Warok Campurasi Ngudi Utomo ( WCNU ) dari Desa Ngasinan, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo turut memeriahkan penampilannya sekaligus menjadi Duta Seni Kecamatan Bener bersama duta seni dari 16 Kecamatan Se Kabupaten Purworejo dalam ajang Gelar Apresiasi Seni Kerakyatan 2025, yang diselenggarakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025 di Halaman DPRD Kabupaten Purworejo.
Kesenian tradisional WCNU ini awalnya bernama Toyak Campursari, terbentuk pada 1 Januari 1982 dibawah pimpinan Bp. Kirman dan terus berkembang sehingga pada tahun 2009 group kesenian Toyak Campursari ini dirubah menjadi Warok Campursari Ngudi Utomo dengan diikuti reorganisasi kepemimpinan. Di bawah pimpinan Bapak Surip, kesenian tradisional ini menampilkan pertunjukan khas warok campursari yang memadukan kekuatan, keindahan gerak, dan menambah dengan tarian kuda masa. Penampilan kelompok seni ini berhasil menarik perhatian penonton sekaligus menjadi wujud nyata pelestarian budaya daerah yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Ngasinan.
Kehadiran pimpinan dan staff kecamatan dalam pagelaran seni tradisional menunjukkan dukungan dan komitmennya dalam mempromosikan serta melestarikan budaya lokal. Melalui partisipasi aktif ini, pemerintah turut memberikan apresiasi terhadap pelaku seni dan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



