▴ ▴ - Mini Loka Karya Tribulanan Kedua Puskesmas Bener Digelar, Bahas Pencegahan Leptospirosis
- Seleksi Kepala Dusun 6 Desa Bener Sukses Digelar, Alwi Nur Ifham Raih Hasil Terbaik
- Memetri Desa Pekacangan 2026, Merawat Tradisi dan Mempererat Kebersamaan
- Tim Inovasi Bapperida Kabupaten Purworejo Lakukan Monitoring dan Evaluasi Inovasi Kecamatan Bener
- Camat Bener Apresiasi Paguyuban Seni Jowo sebagai Wadah Pelestarian Budaya Jawa
- Randu Alas Mancing Mania Meriahkan Desa Wadas, Padukan Hiburan dan Kepedulian Sosial
- Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kecamatan Bener Berlangsung Khidmat
- SEKCAM BENER HADIRI PENYALURAN BLT DD TAHAP 1 TAHUN 2026 DESA BENER
- LUTFI SIAP MELAJU KE TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH PADA PEMILIHAN PEMUDA PELOPOR 2026
- Camat Bener Laksanakan Kegiatan Dolan Deso di Desa Bleber
Mini Loka Karya Tribulanan Kedua Puskesmas Bener Digelar, Bahas Pencegahan Leptospirosis
Mini Loka Karya Lintas Sektoral

Keterangan Gambar : Mini Loka Karya Lintas Sektoral Ouskesmas Bener di Aula Kecamatan Bener, Kamis 4 Juli 2026
Bener, 4 Juni 2026 — Puskesmas Bener menyelenggarakan Mini Loka Karya (Minlok) Tribulanan kedua pada hari Kamis, 4 Juni 2026, bertempat di Aula Kecamatan Bener. Kegiatan rutin ini menghadirkan unsur pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan kesehatan dan masyarakat sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pencegahan penyakit menular.
Sekretaris Kecamatan Bener, Agus Bambang Aryanto, S.Pd., M.M., hadir mewakili Camat Bener dan memberikan sambutan pembukaan. Turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo perwakilan Polsek dan Koramil Bener, Kepala Puskesmas Bener, perwakilan Balai Keluarga Berencana (KB), serta tamu undangan dari unsur kepala desa, TP PKK, pendamping desa, dan SDM Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Kehadiran lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara layanan kesehatan dan komunitas dalam upaya promotif dan preventif.
Tema utama minlok kali ini adalah leptospirosis — penyakit zoonosis yang umum ditularkan melalui air atau tanah yang tercemar urin hewan pengerat, terutama tikus. Narasumber dari Puskesmas dan Dinkesda memaparkan pengetahuan dasar mengenai penyebab, gejala, penularan, serta langkah penanganan dan pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat.
Dalam pemaparan, dijelaskan bahwa gejala leptospirosis dapat bervariasi, mulai demam mendadak, nyeri otot terutama di betis, sakit kepala, mata merah, hingga gejala yang lebih berat seperti gangguan fungsi hati dan ginjal bila tidak ditangani segera. Pengobatan awal meliputi diagnosis cepat dan terapi antibiotik sesuai indikasi medis, serta perawatan suportif di fasilitas kesehatan.
Dengan langkah kolaboratif ini, Puskesmas Bener berharap peningkatan kewaspadaan masyarakat terkait pencegahan dan menimimalisir kasus leptospirosis dan penyakit lainnya dapat tercapai secara berkelanjutan.



