▴ ▴ - TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 Resmi Dibuka di Desa Benowo
- Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Pengaduan, Operator Kecamatan Bener Ikuti Sosialisasi di Purworejo
- TERJADI ALL BENER FINAL PADA PEMILIHAN PEMUDA PELOPOR KABUPATEN PURWOREJO BIDANG SENI DAN BUDAYA TAHUN 2026
- Semangat Kartini Masa Kini, Camat Bener Hadiri Resepsi Peringatan Hari Kartini ke-147 di Pendopo Kabpaten Purworejo
- Kasubag Renkeu Kecamatan Bener Hadiri Sosialisasi Analisis Standar Biaya TA 2027
- Penguatan Pemahaman Pengadaan Barang/Jasa, Camat Bener Hadiri Sosialisasi Perpres 46 Tahun 2025
- Refleksi Semangat Kartini untuk Kemajuan Indonesia
- Penguatan Peran RT/RW, Wujudkan Pelayanan Masyarakat Responsif Menuju Purworejo BERSERI.
- Pelantikan Perangkat Desa Jati, Camat Bener Dorong Peningkatan Kinerja dan Kebersamaan
- Raker Evaluasi dan Halal Bihalal, TP PKK Kecamatan Bener Perkuat Program 2026.
MONITORING DD TAHAP I 2021 PEMBANGUNAN JUT KEMIRI SEWU DESA CACABAN LOR
MONEV DD TAHAP I 2021

Keterangan Gambar : Tim melihat dan mengukur hasil pembangunan Jalan Usaha Tani Watu Gede Kemiri Sewu Cacaban Lor
Bener, Guna membantu akuntabilitas kinerja keuangan Pemerintah Desa Camat Bener melakukan monitoring secara periodik ke 28 desa yang ada di wilayah Kecamatan Bener. Untuk itu Camat Bener membentuk Tim Monitoring DD Tahap I Tahun 2021 Tingkat Kecamatan Bener, yang di pimpin oleh Camat Bener Agus Widiyanto, S.IP.M.Si, yang terdiri dari Sekcam Bener Vivin Surayandari Feriyani, S.STP.MM, beberapa pelaksana teknis Kecamatan Bener, dan unsur pendamping desa. Hal ini dilakukan untuk memantau dan memberikan pengawasan terkait pengelolaan dan serapan Dana Desa, serta progres penyusunan laporan prtanggung jawaban.
Rabu 28 Juli 2021 Tim II monitoring Dana Desa Tahap I Kecamatan Bener melakukan monitoring ke Desa Cacaban Lor. Melalui Kepala Desa Cacaban Lor Sidik Purnomo, S.Pd, Sekretaris Desa Cacaban Lor dan PPTK, bahwa Dana Desa Tahap I digunakan anatara lain digunakan untuk Kegeiatan mendesa penanganan covid-19 seperti penyiapan rumah isolasi mandiri, edukasi kepada masyarakat, posko PPKM Desa, Bantuan BLT bagi warga terdampak, Pembangunan JUT, pembiyaan SDGS, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Dari hasil monitoring belum semua anggaran dapat diserap karena faktor kebutuhan, dan progres administrasi SPJ masih banyak yang harus di lengkapi. Tim Juga melihat dan mengukur secara langsung beberapa kegiatan fisik sapras. Untuk tim menita kepada bendahara agar segera melengkapi SPJ yang diperlukan.



