▴ ▴ - Mini Loka Karya Tribulanan Kedua Puskesmas Bener Digelar, Bahas Pencegahan Leptospirosis
- Seleksi Kepala Dusun 6 Desa Bener Sukses Digelar, Alwi Nur Ifham Raih Hasil Terbaik
- Memetri Desa Pekacangan 2026, Merawat Tradisi dan Mempererat Kebersamaan
- Tim Inovasi Bapperida Kabupaten Purworejo Lakukan Monitoring dan Evaluasi Inovasi Kecamatan Bener
- Camat Bener Apresiasi Paguyuban Seni Jowo sebagai Wadah Pelestarian Budaya Jawa
- Randu Alas Mancing Mania Meriahkan Desa Wadas, Padukan Hiburan dan Kepedulian Sosial
- Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kecamatan Bener Berlangsung Khidmat
- SEKCAM BENER HADIRI PENYALURAN BLT DD TAHAP 1 TAHUN 2026 DESA BENER
- LUTFI SIAP MELAJU KE TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH PADA PEMILIHAN PEMUDA PELOPOR 2026
- Camat Bener Laksanakan Kegiatan Dolan Deso di Desa Bleber
PULUHAN WARGA DESA SENDANGSARI SECARA SUKA RELA MEMBONGKAR SARANA BAB HELIKOPTER
ODF KEC. BENER

Bener. Dengan mengedapankan sikap yang ramah, santun dan humanis Tim Lintas Sektoral percepatan pengentasan ODF (Open Defecation Free) Kecamatan Bener berikan edukasi dan lakukan pembongkaran bilik BAB helikopter yang masih tersisa di masyarakat Desa Sendangsari. Pasalnya masih terdapat beberapa warga yang menggunkan sarana jamban tidak sehat (Plung Lap/Helikopter) untuk buang air besar (BAB).
Tim lintas sektoral yang terdiri dari UPT Puskesmas Bener, Camat Bener, Polsek Bener, Koramil Bener, Pemerintah Desa, TP PKK Kecamatann Bener, PKK Desa Sendangsari dan Kader Kesehatan Desa, dengan santun dan sikap familiar mengunjungi warga yang masih menggunakan jamban plung lap.
Nota bene jamban plung lap/helikopter ini terkoneksi dengan kolam ikan, sehingga kotoran yang keluar langsung menuju kolam ikan. terhadap kondisi tersebut tim memberikan pengertian kepada pemilik untuk membongkar bilik jongkok dan membuat bilik yang lebih rapat serta sarana sepsitenk untuk menampung tinja yang keluar. Sehinnga secara suka rela mereka ikhlas membongkar bilik jongkok atau memperkenankan bilik jongkoknya untuk dibongkar.
Beberpa warga di kunjungi memberikan respon yang beragam, secara umum mereka bisa mengerti edukasi yang disampaikan oleh tim dan berjanji segera meninggalkan perilaku BAB yang tidak sehat tersebut. Selama jamban sehat masih dalam proses mereka untuk sementara sebagai akses atau menumpang pada keluarga, atau sarana MCK Umum terdekat.



